Developed in conjunction with Joomla extensions.

Serangan Balik PBB: Munarman Kayak Orang Mabuk!

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyebut Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra kehilangan akal karena menyeret Habib Rizieq Syihab dalam polemik penyitaan bendera PBB dalam kampanye akbar Prabowo Subianto di GBK. PBB melontarkan serangan balik kepada Munarman.

"Munarman ini makin ngaco bicaranya, orang hukum bicaranya kayak orang mabuk," kata Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).

Munarman dalam pernyataannya menyebut Yusril beberapa kali membuat draf perundang-undangan yang merugikan umat. Sukmo meminta Munarman membuktikan ucapan tersebut.

"Kalau mau sebut Prof Yusril bikin UU yang merugikan umat Islam, dia harus berani sebut satu saja apa yang dimaksud, sehingga ketika dia ngawur, maka dengan mudah kami akan seret ke ranah hukum," kata Sukmo.

"Orang pandai itu bukan asal ngotot bicara, tapi bantah transkrip percakapan Prof Yusril dan HRS dengan bukti forensik kalau memang berani. Kalau tidak, maka lebih baik datang dan minta maaf. Sebagai catatan, kiprah PBB dan Prof Yusril jauh lebih manfaatnya untuk negara ini dibanding kiprah HRS, apalagi Munarman," sebut dia.

Sebelumnya diberitakan, Munarman menyebut Yusril kehilangan akal dan banyak merugikan umat karena Yusril awalnya menyindir imam besar FPI, yang tak lain ialah Habib Rizieq Syihab, soal penyitaan bendera PBB dalam kampanye akbar Prabowo Subianto. Munarman mengaku heran atas sikap Yusril.

"Yusril itu sudah hilang akal, hancurnya PBB karena dia mengkhianati umat dan ulama, malah mengambinghitamkan Habib. Dia itu yang banyak membuat draf peraturan perundangan yang merugikan umat Islam. Dia juga yang memecah PBB tahun 2003-2004," sebut Munarman.

Saksikan juga video 'Panas! FPI dan PBB Saling Serang soal Percakapan Yusril-Rizieq':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/tor)


Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.