Developed in conjunction with Joomla extensions.

Peserta Tablig Akbar Solo Bentak Polisi, PA 212: Diblokade, Wajar Marah

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Video seorang pria peserta tablig akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Solo yang membentak-bentak polisi viral di media sosial. Pria tersebut marah kepada polisi karena dianggap menghalang-halangi.

Ketum PA 212 Slamet Maarif mengatakan pria tersebut marah sebagai reaksi karena merasa dihalangi saat akan mengikuti tablig akbar. Dia menilai reaksi tersebut sebagai hal yang wajar.

"Itu umat mau datang ngaji tapi dihalangi, diblokade ya wajar marah lah," kata Slamet lewat pesan singkat, Kamis (17/1/2019).

Polisi sendiri menyampaikan alasan penghadangan peserta tablig akbar karena acara tersebut tidak mengantongi izin. Polisi menyatakan acara yang dilakukan di jalan raya mesti mendapatkan izin atau rekomendasi dari dinas perhubungan.

Terkait hal ini, Slamet mengatakan panitia tablig akbar dari PA 212 Solo mengatakan telah menyampaikan pemberitahuan dan berkoordinasi ke pihak kepolisian.

"Pemberitahuan dan koordinasi dengan pihak kepolisian sudah dilakukan panitia Solo," tutur dia.

Video yang viral tersebut pun mendapatkan respons dari netizen. Warga menilai tindakan pria bertopi yang membentak-bentak petugas itu memprovokasi warga yang ada di sekitar lokasi.

Tampak dalam video tersebut pria itu bicara kepada polisi sembari menunjuk-nunjuk dan tangan kiri yang memegang ponsel dalam kondisi merekam video. Pria tersebut juga sempat mengangkat-angkat pagar dan menerobos pagar blokade yang dipasang petugas.

Situasi di sekitar lokasi sempat ramai karena warga datang untuk melihat lebih dekat. Meski begitu polisi tetap tidak bereaksi represif. Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menyayangkan ulah peserta aksi yang mem-bully anggota polisi yang sedang melakukan pengamanan tersebut.

"Karena merasa dihalangi polisi mereka mem-bully dan mendelegetimasi polisi seolah-olah memusuhi umat Islam. Tapi kami tidak represif, tetap senyum dan simpatik, walaupun di-bully," kata Condro, Senin (14/1) lalu.

Pagi tadi, sebanyak 18 anggota kepolisian yang melakukan pengamanan saat aksi Tablig Akbar PA 212 di Solo diberikan penghargaan. Salah satunya yaitu Briptu Saiful Ulum yang videonya viral dibentak oleh seorang pria ketika berjaga.

Selain Briptu Saiful ada 17 anggota lainnya dari Brimob Polda Jawa Tengah, Kanit Dalmas Polrestabes Semarang yang BKO saat itu, Kasubnit Turjawali I Polresta Surakarta, dan juga Kapolsek Pasar Kliwon Surakarta. Penghargaan yang diberikan yaitu dalam prestasi melakukan pengamanan kegiatan masyarakat secara profesional.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono mengatakan Penghargaan Kapolda Jateng itu diberikan untuk memberikan apresiasi kepada anggota yang profesional menjalankan tugas. Untuk seluruh anggota yang mengamankan aksi tanggal 13 Januari 2019 lalu di Solo, Condro bangga karena anggotanya sabar.

"Saya selaku Kapolda mengapresiasi anggota kita yang menunjukkan tugasnya secara profesional dalam menjaga keramaian dan kegiatan masyarakat tanggal 13 Januari di Solo dengan mengedepankan kemanusiaan, sabar, dan tidak terpancing emosi. Itu wujud profesional Polri, wujud sosok Polri kedepankan hati nurani," kata Condro usai memberikan penghargaan di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (17/1/2019).
(jbr/fjp)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.