Developed in conjunction with Joomla extensions.

Jokowi: Warga Perlu Pengenalan dari Hati ke Hati Bukan Baliho

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Pekanbaru - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal strategi pengenalan diri di masa kampanye. Dia menilai pengenalan diri lewat baliho dan spanduk memang perlu, namun yang lebih baik adalah dari hati ke hati dengan cara door to door.

Jokowi menyampaikan itu saat memberikan pengarahan kepada Tim Kampanye Daerah (TKD) Riau di Hotel Prime Park, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018). Dia bercerita dulu tidak dikenal saat mengikuti Pilwakot Solo, namun menjadi dikenal setelah melakukan kampanye dari pintu ke pintu alias door to door.

"Saya berkeyakinan kalau bapak ibu lakukan door to door dan ceritakan infrastruktur, Dana Desa, KIP, KIS, PKH, bisa cerita itu sambil salami, tulis, dapat satu, dua, oh ini (warga) nggak usah ditulis, ini (warga) ragu, besok ulang lagi," kata Jokowi.

Dia mengatakan masyarakat sudah berbeda. Jadi, tidak cukup hanya dengan menggunakan baliho dan spanduk.

"Percaya, pekerjaan seperti ini kalau cuma pasang baliho, maaf, spanduk, maaf, masyarakat sudah berbeda, karena pengenalan memang perlu. Tapi lebih perlu dari hati ke hati. Itu yang harus dilakukan sambil membawa kaus misalnya, tabloid misalnya kalau ada," katanya.

Jika cara itu dilakukan, Jokowi yakin hasilnya akan maksimal. Menurut Jokowi, meraup 60 persen suara di Riau pun tidak akan sulit.

"Kalau ini kita lakukan, saya yakin di Riau dengan militansi yang saya lihat sekarang. Seperti yang disampaikan ketua TKD targetnya kalau 60 persen itu menurut saya tidak sulit, tapi pekerjaannya yang berat," kata Jokowi.
(jor/idh)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.