Developed in conjunction with Joomla extensions.

Terkuaknya Kematian Suami-Istri Keluarga Keraton Cirebon

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Cirebon - Masyarakat Cirebon sempat digemparkan adanya penemuan mayat suami-istri bergaris keturunan keraton asal Cirebon, Elang Johar (68) dan Ratu Sureni (65). Keduanya ditemukan tewas di kediamannya yang berada di Blok Desa, RW 03 RT 03, Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Keduanya ditemukan sudah tak bernyawa saat salah seorang anaknya menengok ke kediaman suami-istri tersebut. Elang Johar tewas dengan luka sayat di tangan kirinya. Sementara itu, Ratu Sureni tewas dengan luka bacok di leher dan pundak.

Sontak, kabar penemuan mayat itu membuat masyarakat sekitar terkejut. Masyarakat tak menyangka keduanya tewas dengan cara mengenaskan. Suami-istri keturunan keraton itu dikenal baik di lingkungan masyarakat. Sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (31/7/2018), polisi mendapat laporan tentang adanya penemuan kedua mayat itu.

Polisi langsung melakukan olah TKP. Sebiah golok diamankan dari dalam rumah milik suami-istri itu. Kedua mayat dibawa ke RS Bhayangkara, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu guna menjalani otopsi. Di hari yang sama, polisi belum bisa menyimpulkan tentang kematian keduanya.

"Kita amankan senjata tajam, jenisnya golok. Kita belum bisa menyimpulkan. Masih mendalami adanya temuan mayat ini," kata Wakapolresta Cirebon Kompol Fajar Widyadharma Lukman saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (31/7/2018).

Keesokan harinya, Rabu (1/8/2018), polisi kembali melakukan olah TKP. Polisi temukan sebilah silet pada olah TKP di hari kedua itu. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi.


Sang Suami Diduga Jadi Dalang Pembunuhan

Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga dalang dibalik tewasnya suami-istri itu adalah Elang Johar, yang juga tewas dengan luka sayat di tangan kirinya. "Dugaan kami dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi, si suami itu pelaku yang membunuh istrinya," kata Rynaldi saat ditemui detikcom di Mapolresta Cirebon, Jalan Veteren Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (1/8).

Polisi menemukan mayat Ratu Sureni ditemukan di ruang tengah. Sedangkan, Elang berada di ruang belakang rumah tersebut. Polisi menduga, Elang tega membacok Ratu hingga tewas. Hal itu dikuatkan dengan adanya luka bacok di bagian leher dan pundak Ratu.

Usai menghabisi nyawa istrinya, Elang berjalan menuju ruang belakang. Golok yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa istrinya sempat dibersihkan terlebih dahulu.

"Bercak darah di golok tidak terlalu banyak. Pelaku membersihkan golok tersebut dengan kain sebelum bunuh diri," kata Rynaldi.

Lagi, Rynaldi menyebutkan Elang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menyayatkan silet ke tangan kirinya. Polisi menemukan dua luka sayat di tangan kirinya. "Menurut keterangan dokter yang mengotopsi, penyebab kematian pelaku iyu luka sayat di tangannya. Luka sayatnya sampai memutus pembuluh darahnya," tutur Rynaldi.

Barang bukti silet dan golok, lanjut Rynaldi ditemukan di ruang belakang, ruangan mayat Elang ditemukan. Menurut Rynaldi, salah satu anak dari suami-istri tersebut mengatakan Elang mengalami depresi cukup berat yang mengakibatkan kondisi mentalnya tak stabil. Bahkan, lanjut Ryanaldi, Elang kerap melakukan tindakan-tindakan yang mencelakakan dirinya.

Depresi yang dialami Elang, menurut Rynaldi, disebabkan karena penyakit prostat yang diderita bertahun-tahun. Elang sempat menjalani operasi prostat. Hingga akhirnya, sambung dia, Elang tak bisa buang air besar secara normal. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat pelaku mengalami depresi.

"Anaknya sempat cerita, depresi pelaku sempat kumat saat diantar berobat ke rumah sakit menggunakan mobil. Pelaku tiba-tiba menyerobot kemudi saat anaknya sedang menyetir. Mobil pun oleng, hampir terjadi kecelakaan," kata Rynaldi.

Polisi masih melalukan penyelidikan terkait kasus ini. Rynaldi berencana meminta medical record dari rumah sakit yang menangani Elang selama menjalani pengobatan penyakit prostatnya.


Keluarga Keraton Cirebon Berduka

Kematian suami-istri bergaris keturunan Keraton Kasepuhan Cirebon itu menyimpan duka yang mendalam bagi keluarga keraton. Pernyataan itu disampaikan langsung oleg Sultan Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat.

Arief mengaku Elang Johar dan Ratu Sureni memilki garis keturunan Keraton Kasepuhan Cirebon. Keduanya dikenal baik di lingkungan keraton.

"Semoga amal ibadah beliau diterima Allah. Kami turut prihatin," kata Arief kepada detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (31/7) siang.

Dia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian. "Semoga kasusnya bisa diusut secara tuntas," ucap Arief.
(bbn/bbn)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.