Developed in conjunction with Joomla extensions.

Kontroversi Parpol Tolak UAS Dibilang Munafik

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Aktivis 212 yang juga politikus PAN, Eggi Sudjana, mengatakan parpol koalisi keummatan yang tidak mendukung duet Prabowo Subianto-Ustaz Abdul Somad (PUAS) berarti munafik. Pernyataan ini kemudian menjadi kontroversi. Bagaimana kontroversinya?

"Kita akan lihat partai yang selama ini getol menyuarakan koalisi keumatan, tapi justru tidak setuju dengan UAS mendampingi Pak Prabowo sesuai hasil ijtima' ulama hanya karena kadernya gagal jadi cawapres," kata Eggi dalam pernyataan tertulis, Senin (30/7/2018).

"Ingat, berarti mereka munafik dan tidak layak mengatasnamakan umat. Jangan dipilih partai munafik," imbuhnya.


Duet Prabowo-UAS merupakan salah satu rekomendasi dari Ijtimak Ulama. Selain UAS, nama Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri direkomendasikan sebagai cawapres Prabowo.

Ucapan Eggi ini memantik respons beragam. Ketua DPP PBB Sukmo Harsono meminta Eggi tak sembarangan 'memunafikkan' orang lain. Dia pun mempertanyakan atas dasar apa Eggi mengeluarkan pernyataan demikian.

"Saya ingin sampaikan kepada Abangda Eggi, janganlah berkata seperti itu 'memunafikkan orang'. Saya mau bertanya, kapan koalisi keumatan dideklarasikan? Di mana? Siapa ketum parpol yang hadir dan tanda tangan deklarasi? Sampai saat ini belum ada," ujar Sukmo kepada wartawan.

PBB tak ambil pusing. Mereka kukuh tetap berpegang pada hasil rekomendasi Rakornas Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang salah satunya menempatkan sang ketum, Yusril Ihza Mahendra, sebagai kandidat capres.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Ferdinand Hutahaean meminta Prabowo diberi keleluasaan dalam menentukan cawapres. Dia mengingatkan tujuan utama kontestasi Pilpres 2019 adalah mengganti presiden, bukan berebut kursi wakil presiden.

"Biarkan Prabowo memilih wakilnya, karena semangat kita kan bukan rebutan wapres, tapi mau ganti presiden," ujar Ferdinand.

Sekjen PKS Mustafa Kamal mengatakan Ijtimak Ulama mesti dijunjung tinggi karena dalam prosesnya banyak pengorbanan. PKS memberi apresiasi lantaran nama Salim Segaf masuk rekomendasi.

"Kita sungguh tidak menduga bahwa ada beberapa rekomendasi yang kita baca, tapi yang disampaikan resmi ke PKS adalah pencalonan Bapak Habib Salim Segaf Aljufri yang kebetulan memang Ketua Majelis Syuro PKS dan memang kita capreskan sesuai dengan keputusan Majelis Syuro yang ada 9 nama itu," ujar Kamal di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Senin (30/7).

Gerindra menegaskan pihaknya memperhatikan rekomendasi capres-cawapres hasil Ijtimak Ulama. Rekomendasi itu telah dibahas di internal Gerindra ataupun dalam pertemuan bersama Presiden PKS Sohibul Iman, Senin (30/7) sore.

"Intinya, hasil rekomendasi Ijtimak Ulama kami perhatikan dan kami apresiasi," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade.
(idh/imk)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.