Developed in conjunction with Joomla extensions.

Elite PKS Minta Yahya Staquf Dinonaktifkan, Istana: Apa Urusannya?

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta -

Istana mempertanyakan saran elite PKS yang meminta Yahya Cholil Staquf dinonaktifkan dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Kunjungan Yahya Staquf ke Israel ditegaskan tidak terkait dengan posisi di Wantimpres.

"Apa urusannya? Apa urusannya dengan PKS? Apa urusannya dengan kedudukan Wantimpres dengan PKS? Memang kewenangan apa PKS minta orang dipecat? Jangan begitu dong," kata Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin kepada wartawan di kediaman Menperin Airlangga Hartarto, Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018).



Ngabalin menegaskan, Yahya Staquf datang ke Israel atas nama pribadi. Kedatangan itu juga tidak ada kaitannya dengan urusan posisi Indonesia mendukung Palestina.

"Presiden dalam hal urusan diplomasi tentang dukungan Palestina, itu adalah catatan sejarah yang ditinggalkan Pak Karno sejak awal dalam memperjuangkan Palestina untuk mendapatkan hak-hak kemerdekaannya. Di mana pertentangannya?" tutur Ngabalin.

Sebelumnya elite PKS Nasir Djamil meminta pemerintah menonaktifkan Yahya Staquf. Nasir menuturkan Presiden Jokowi tak perlu takut disebut 'buang badan' terkait polemik Yahya ke Israel.

Penonaktifan Yahya, menurutnya, justru akan berimbas negatif terhadap persepsi masyarakat.

"Bukan berarti Presiden Jokowi ingin buang badan, tapi ini penting untuk meredakan, klarifikasi," ujar Nasir.




(fdn/fdn)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.