Developed in conjunction with Joomla extensions.

Ketua PKS: Ide Pasukan 'Super Elite' TNI Blunder

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Presiden Joko Widodo merestui pengaktifan kembali pasukan 'super elite' Komando Pasukan Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengkritik ide itu.

"Ide Koopssusgab itu secara tegas tanpa payung hukum itu blunder, bingungin," kata Mardani di restoran Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Alasannya, pengaktifan Koopssusgab itu justru membuat pelaku teror makin senang. Mardani menilai pembentukan Koopssusgab secara tiba-tiba menunjukkan kepanikan pemerintah dalam menangani rentetan aksi teror yang belakangan terjadi.

"Karena sekali teroris melihat kira grabak-grubuk, wah teroris melihat kita panik. Karena tujuan teroris itu menghadirkan teror menakut-nakutkan. Nah ini kita terkesan takut. Psikologi orang yang takut dan panik melakukan apa saja," ujar anggota DPR yang duduk di Komisi II itu.

"Padahal kita jauh lebih besar daripada itu. Modal sosial kita, modal Bhinneka Tunggal Ika, modal NKRI kita," sebut Mardani.

Lantas, tindakan apa yang seharusnya dilakukan pemerintah menurut Mardani?

"Grogi kalau Koopssusgab dihidupkan. Tapi kalau kamtibmas jalan, Babinsa dihidupkan, kamtibmas TNI dihidupkan, siskamling jalan gitu. Semua teroris itu adanya di Indonesia. Ada alamatnya, ada tetangganya, ada RT dan RW-nya. Jadi kalau ada apa-apa ya lapor RT. Sederhana kok," ucap Mardani.
(tsa/gbr)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.